Apakah vegan? Bahan
Apakah lanolin vegan?
Jawaban singkat: Tidak. Lanolin adalah lemak yang diekstrak dari wol domba, jadi tidak vegan; lanolin juga merupakan sumber umum vitamin D3.
Juga disebut: lilin wol, wool wax, lemak wol, wool fat, adeps lanae, lanolin alcohol, kolesterol dari lanolin, wool grease
Mengapa tidak vegan
Lanolin adalah zat berlilin yang dihasilkan kelenjar minyak domba dan diekstrak dari wol hasil cukuran. Lanolin dipakai dalam lip balm, krim puting untuk ibu menyusui, pelembap, dan sebagian permen karet.
Lanolin juga bahan baku paling umum untuk vitamin D3: NIH Office of Dietary Supplements mencatat bahwa vitamin D3 biasanya diproduksi dari 7-dehidrokolesterol yang berasal dari lanolin. Itulah sebabnya makanan yang difortifikasi dan suplemen yang mengandung “vitamin D3” sering kali tidak vegan.
Yang perlu dicari di label
- lanolin, lanolin alcohol
- lilin wol, lemak wol (wool wax, wool fat)
- adeps lanae
- vitamin D3 / kolekalsiferol (sering berasal dari lanolin)
Di mana bahan ini ditemukan
- Lip balm dan krim puting
- Pelembap
- Suplemen vitamin D3 dan makanan yang difortifikasi
Alternatif vegan
- Shea butter, cocoa butter, minyak nabati
- Vitamin D2 atau D3 dari lumut kerak (lichen)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah lanolin vegan?
Tidak. Lanolin adalah lemak yang diekstrak dari wol domba, jadi tidak vegan; lanolin juga merupakan sumber umum vitamin D3.
Sumber
- Animal-Derived Ingredients List — PETA
- Vitamin D: fact sheet for health professionals — NIH Office of Dietary Supplements
Diperiksa pada 31 Oktober 2026. Bahan dan resep bisa berubah, dan produk yang sama bisa berbeda antarnegara — selalu periksa label terbaru. Halaman ini berisi informasi umum, bukan saran alergi atau medis.